Ancaman dan sinyal perpecahan koalisi PKS-Gerindra

Ancaman dan sinyal perpecahan koalisi PKS-Gerindra

Duniabola99 - Jelang pendaftaran capres dan cawapres 2019, koalisi PKS dan Gerindra belum juga mengumumkan nama calonnya. Kedua partai ini masih menimbang-nimbang nama tokoh yang tepat untuk diusung pada pertarungan pilpres.

Namun belakangan, koalisi dua partai besar itu mulai menampakkan sinyal perpecahan. Hal tersebut terlihat dari perbedaan pendapat mengenai calon yang bakal maju di pilpres mendatang. Keduanya sama-sama mempertahankan pandangannya terkait calon tersebut. Berikut sinyal-sinyal perpecahan koalisi PKS-Gerindra:

1.  PKS ngotot cawapres harus dari partainya

Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring, mengatakan partainya akan mengupayakan kadernya sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2019. PKS tidak hanya ingin menjadi 'penggembira' di ajang Pilpres.

"Itu enggak bisa ditawar-tawar, cawapres harus dari PKS. Kami enggak mau jadi penggembira saja dalam pilpres ini. Kalau mau kami mau disuruh dukung-dukung saja mungkin enggak ini, mungkin kita lebih baik jalan masing-masing saja," kata Tifatul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/6).

Menurut Tifatul, siapapun capresnya yang diusung oleh partai besutan Prabowo Subianto itu cawapresnya harus berasal dari PKS. Bahkan jika nantinya capres dari Gerindra adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sebab selama ini, ramai dikabarkan jika Prabowo akan dipasangkan dengan orang di luar PKS. Seperti Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono.

2.   Gerindra sebut Anies bisa mewakili PKS

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, digadang-gadang akan dicalonkan menjadi cawapres Prabowo pada Pilpres 2019. Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Pouyono, saat menanggapi ucapan Anggota Majelis Syuro PKS, Tifatul Sembiring yang menginginkan cawapres dari PKS.

Arief mengatakan, dengan mengusung Anies representasi dari PKS juga bisa terwakilkan. Arief berharap PKS akan selalu mengedepankan kepentingan yang telah sejalan dengan Gerindra yakni, mengganti presiden dibandingkan dengan berusaha menduduki kursi cawapres.

"Saya yakin kawan-kawan PKS akan mengutamakan kepentingan untuk mengganti presiden, bukan kepentingan untuk menduduki cawapres," katanya.

3.  Presiden PKS dukung Anies Baswedan jadi Capres

Sinyal-sinyal perpecahan koalisi PKS-Gerindra mulai terlihat. Di mana kedua partai tersebut nampak beda pendapat soal capres dan cawapres yang akan diusung pada Pilpres 2019 mendatang.

Salah satunya adalah Presiden PKS Sohibul Iman yang sangat mendukung Anies Baswedan maju sebagai calon presiden 2019. Menurutnya, sangat disayangkan bila Anies hanya diperjuangkan sampai tingkat cawapres saja. Padahal seperti diketahui, dari awal Gerindra mengusung Prabowo Subianto sebagai capres. Dengan dukungan Sohibul terhadap Anies, menyiratkan jika PKS tidak setuju Prabowo maju pada pilpres mendatang.

"Tetapi hasilnya kan jadi cawapres dan jabatan RI 2 itu menurut saya sama dengan DKI 1. Mendingan jadi capres," ujar Sohibul.

Penulis Artikel

sanjaya novarina

sanjaya novarina

pernah sekali ingin memiliki tpi apa daya belum ada jodohnya :) , kalo kehendak tuhan semoga dapat jodoh yg pas di hati
Do you have any presale question to ask?

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been.