KESEHATAN

Baterai tertelan, kerongkongan bayi terbakar. Duh!

Duniabola99   Orangtua yang memiliki anak berumur di bawah 5 tahun (balita) harus ekstra hati-hati dan waspada. Sebab, anak usia ini masih sering menelan benda-benda kecil yang mereka jumpai.

Seperti yang dialami keluarga di Connecticut, Amerika Serikat ini. Sebuah baterai jenis lithium bersarang di kerongkongan balita 18 bulan bernama Cameron Soto.

Baterai kancing itu kemudian bereaksi dengan air liur, yang menciptakan soda kaustik–bahan kimia yang sama pada bahan pembuatan baterai.

Kejadian mengerikan tersebut dialami Cameron pada Desember 2017.

Dia terlihat baik-baik saja. Sebagai ibu, Anda bisa tahu, bila anak tidak nyaman dan ada sesuatu yang salah, tapi sepertinya dia mungkin sakit tenggorokan, kata Marisa Soto, ibu dari Cameron, dikutip Atlanta Journal Constitution, Kamis (10/5/2018).

 

1. Kerongkongan terbakar

Sambil melihat kondisi anaknya yang kesakitan, Marisa merasa Cameron bukan sakit tenggorokan biasa. Ia membawa Cameron ke rumah sakit.

Pada awalnya, dokter tidak bisa mendiagnosis penyebab sakitnya Cameron. Namun, pada akhirnya, dokter menemukan, baterai yang bersarang di kerongkongan balita tersebut setelah pemeriksaan X-ray.

Dokter mampu mengambil baterai, tapi Cameron sudah terluka pada saat itu. Baterai membakar kerongkongan, yang menyebabkan peradangan. Peradangan terjadi dari otak sampai ke jantungnya.

Demi menyelamatkan Cameron, dokter harus memasukkan trakea (tabung) untuk membantu pemulihan. Marisa mengungkapkan, anak laki-lakinya tidak bisa makan, berbicara atau merangkak lagi.

Beruntung, Cameron mulai pulih dari kejadian menakutkan tersebut. Perlahan-lahan, ia mulai makan dan berbicara lagi.

 

2. Hindari baterai kecil

Kejadian yang menimpa anaknya membuat Marisa tergerak memberikan saran kepada orangtua lain. Baterai kancing yang berukuran kecil itu akan mudah tertelan anak yang masih kecil dan membuat kerongkongan terbakar.

“Itu (baterai kancing) sangat berbahaya. Jika tahu bahayanya, kami tidak akan pernah membelikannya mainan yang menggunakan baterai di rumah,” Marisa menambahkan.

Ia akan terus berbagi cerita untuk membantu meningkatkan kesadaran para orangtua tentang bahaya baterai kecil.

 

 

Selengkapnya :

Seberapa sering sih bra harus dicuci?

Ekstrem, perawatan kulit dengan darah dan plasenta