BERITA UNIK

Buaya Terkam Warga di Kalteng yang Bikin Takut hingga Sulit Ditangkap

Duniabola99, Jakarta – Buaya jantan seberat 1 ton dengan panjang 5,18 di Desa Sebangau Besar, Kalimantan Tengah akhirnya mati masuk perangkap warga. Buaya itu memang sudah lama diburu karena memangsa warga setempat.

Ialah Aman, warga RT 02 Desa Sebangau Jaya, Kecamatan Katingan Kuala yang menjadi korban nahas terkaman buaya liar tersebut pada Sabtu (20/1). Semula Aman sedang mencari udang di Muara Sungai Sebangau Besar.

Kabar kematian Aman yang diterkam buaya besar itu membuat warga takut dimangsa. Apalagi mata pencaharian sebagian besar warga yakni sebagian nelayan.

Mereka trauma dan berhenti beraktivitas selama hampir dua minggu. Warga kemudian meminta bantuan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah untuk menangkap buaya tersebut.

Delapan orang tim BKSDA Kalimantan Tengah terjun ke lokasi pada Senin (29/1) pagi ke Desa Sebangau Jaya dan baru sampai sore hari karena medan yang cukup sulit. Setibanya di lokasi, tim langsung bergerak mengumpulkan informasi.

Hari kedua, tim BKSDA Kalteng bersama warga mulai melakukan penelusuran setelah kepala masyarakat setempat menunjukkan lokasi kejadian. Tim berupaya maksimal, namun hasilnya nihil.

“Berhubung saking luasnya wilayah sungai yang lebarnya sekitar 100 meter, jadi buaya itu belum dapat ditemukan pada seharian itu. Malamnya kami tidak dapat melakukan survei karena kondisi laut, cuaca ombak pasang tinggi,” kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Kalimantan Tengah, Junaedy Slamet Wibowo saat dihubungi detikcom lewat telepon, Selasa (13/2).

Hingga akhirnya tim BKSDA bersama warga memutuskan menggunakan cara lain untuk menangkap buaya. Mereka memakai umpan berupa monyet ekor panjang.

Di sekitar wilayah tersebut, monyet ekor panjang populasinya memang banyak. Ada tiga titik yang diberi umpan untuk menjerat buaya.

“Kalau untuk penangkapan secara manual susah dilakukan. Pertama wilayah dan kondisi ombak. Kedua Pantai yang ada di situ berlumpur. Tim susah beraktivitas saat menangkap, malah nantinya resiko keselamatan tinggi. Jadi hari kedua kami memasang umpan atau jerat,” jelas Junaedy.

Dua umpan monyet tersebut ternyata hilang lalu diganti dengan bebek. Namun kembali cara tersebut gagal untuk menjerat buaya yang telah memangsa manusia. Kondisi alam yang tidak bersahabat bersamaan dengan fenomena super blue blood moon juga menjadi salah satu penyebabnya.

Hingga pada Jumat (2/2) pagi, upaya tim BKSDA Kalteng dan warga menjerat buaya tersebut membuahkan hasil. Buaya ditemukan dalam keadaan mati. Warga ramai-ramai berdatangan untuk melihat langsung buaya itu. Mereka meyakini buaya itu yang telah memangsa Aman.

“Beratnya sekitar 1 ton,” ucap Junaedy.

Karena sudah mati, buaya tersebut kemudian dikuburkan warga di lokasi penemuan.

Ditambahkan Junaedy, sejak buaya ini ditangkap warga di sekitar lokasi tidak lagi resah beraktivitas sebagai nelayan. BKSDA Kalimantan Tengah juga telah memasang sejumlah imbauan di lokasi agar warga tetap waspada dalam beraktivitas.

“Serangan buaya baru sekali itu terjadi di tahun ini. Dari dulu daerah tersebut memang habitatnya buaya,” ujarnya.