Dibenci Banyak Orang Karena “Ibu Pemilik Pasar” Ini Terlihat Arogan

Dibenci Banyak Orang Karena “Ibu Pemilik Pasar” Ini Terlihat Arogan

Duniabola99 – Ada sebuah ungkapan bahwa jangan pernah menilai seseorang dari fisiknya, dari apa yang hanya sekali ia perbuat. Karena sejatinya kita tak pernah tau bagaimana sesungguhnya orang yang kita nilai buruk tersebut. Apalagi saat ini, hanya dengan jempol kita kadang memberikan penilaian yang tak pantas, buruk, menjatuhkan, membuli begitu mudah dilakukan. Tak perlu menampakkan seperti apa tampilan wajah dan siapa diri kita cukup menggunakan akun sosial media dan dua jempol kamu bisa menilai seseorang tanpa tau apa dampak yang nantinya berpengaruh pada mereka.

Banyak hal yang perlu kita pelajari, begitupun dengan cara sehari-hari atau kebiasaan dalam menilai orang lain. Karena jika diri sendiri diminta untuk introspeksi memang sulit. Oleh itu ada sebuah video yang begitu kena dihati tentang arti sebuah kutipan di atas tadi. Jangan menilai orang hanya dari luarnya saja. Seperti apa kisahnya simak di bawah ini…(baca sampai habis ya)

“Ya hari itu, aku pergi ke pasar. Pasar yang memang kepunyaanku. Seperti biasa supir dan seorang yang bisa dibilang ajudan selalu menemani, bukan apa-apa kadang kala aku membutuhkan mereka.

Dan saat sampai di pasar, seperti biasa aku memarahi mereka, menagih sewa tempat, kadang membentak, mengambil dagangan dan juga menghancurkan barang mereka. Bukan begitu sajaku lakukan itu, tapi semua beralasan...sayangnya aku tak mau mengungapkan apa alasannya di depan semua orang.

Saat itu mungkin nasibku sedang sial, ada seorang pengunjung pasar yang bahkan tak mengenalku. Iya, dia merekam semua yang kulakukan saat aku membanting timbangan, mengambil barang, meminta penjual keluar dari pasar, salahnya IA TAK TAHU PENYEBABNYA.

Sekejap video itu viral di semua media sosial, isi komentar video tersebut tak jauh dari makian, hinaan yang mereka arahkan kepadaku. Aku disebut sampah masyarakat yang mengambil keuntungan dari orang miskin!

Awalnya aku tak tau video itu menyebar, hingga sopir dan ajudan yang setia menemaniku itu tak sengaja sedang melihat video tersebut. Tak diam, aku penasaran dan melihatnya. Iya! Saat melihat dan membaca komentarnya hatiku sangat sakit, terpukul, aku merasa diriku seburuk itu.

Namun bagiku, hal itu takkan mengoyahkan prinsipku pada mereka para penjual dipasar “lakukan semuanya seperti biasa” itulah yang aku ucapkan setelah aku menerima beribu komentar negatif di dunia maya.

Sebenarnya...

Aku juga punya hati, kadang penjual yang membayar sewa tempat tak kuterima semua uangnya, aku mengembalikan separuhnya hanya agar ia bisa menabung dan menyimpan uangnya, aku tau hidup mereka begitu sulit.

Ingat penjual daging yang ku hancurkan timbangannya? Bukan semata-mata hal itu aku lakukan, itu karena ia curang! Timbangan yang digunakan ia lebihkan dan aku tak mau hal itu terjadi dipasarku. Aku mengancamnya jika ia mau tetap berjualan disini gunakanlah cara yang adil dan jujur jangan curangi pembeli.

Ingat saat aku memaksa seseorang untuk keluar dari pasar? bukan mengusir namun aku membawanya ke sebuah tempat karena aku tau dia begitu kelelahan.

Ingat saat aku membawa barang dagangan yang dijual oleh salah seorang di pasar? Bukan merampasnya, tapi aku tau barang dagangannya tak laku sementara ia membutuhkan uang untuk anaknya, aku hanya membelinya dan sebisa mungkin membantunya.

Penjual kelapa yang kutagih biaya sewa itu, dulu aku bertemu saat ia terlihat begitu putus asa mendorong kelapa di gerobaknya. Aku tawarkan ia untuk berjualan di pasar. Begitu juga penjual bunga yang kutemui berjualan tanpa tempat dipinggir jalan hari itu. Semua aku lakukan untuk kehidupan mereka yang lebih baik. Cara berjualan yang jujur dan tak mencurangi pembeli. Aku ingin mereka berjualan dengan cara yang benar.

Apapun yang orang lain katakan, mereka tak tau kebenarannya dan itu….tak akan menggoyahkan prinsipku…."

Penulis Artikel

sanjaya novarina

sanjaya novarina

pernah sekali ingin memiliki tpi apa daya belum ada jodohnya :) , kalo kehendak tuhan semoga dapat jodoh yg pas di hati
Do you have any presale question to ask?

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been.