Hanum Lumpuh Dihukum Squat Jump, Dindik Siapkan Sanksi Kepala Sekolah

Hanum Lumpuh Dihukum Squat Jump, Dindik Siapkan Sanksi Kepala Sekolah

Duniabola99 – Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menilai ada unsur kelalaian sekolah yang membuat siswi kelas XI SMAN 1 Gondang, Mojokerto Mas Hanum Dwi Aprilia (16), dihukum squat jump hingga menderita kelumpuhan. Dinas pun menyiapkan sanksi berat bagi kepala sekolah tersebut.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto Mariyono mengatakan, pembina ekstra kurikuler (Ekskul) Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) maupun Kepala SMAN 1 Gondang Nurul Wakhidah dianggap lalai.

Betapa tidak, mereka sama sekali tidak mengawasi kegiatan latihan promosi UKKI yang digelar para siswa, Jumat (13/7) pagi. Padahal di kegiatan itu, Hanum dihukum squat jump 90 kali oleh teman-teman dan seniornya (siswa kelas XII) hanya karena terlambat datang.

Hukuman itu menjadi kesepakatan bersama di antara anggota UKKI dan disetujui para senior mereka. Akibatnya fatal, siswi kelas XI IPS 2 itu menderita kelumpuhan.

"Keterlaluan Pembina UKKI-nya, masak sampai tak tahu kalau mereka (siswa anggota ekskul UKKI) berkegiatan. Jadi, mereka tak bisa disalahkan meski bersepakat sendiri (soal hukuman squat jump untuk Hanum). Mereka kan punya pembina dan kepala sekolah," kata Mariyono saat dihubungi detikcom, Sabtu (21/7/2018).

Akibat kelalaian tersebut, lanjut Mariyono, pihaknya menyiapkan sanksi berat bagi Kepala SMAN 1 Gondang Nurul Wakhidah. Terlebih lagi, kasus lumpuhnya Hanum bukan satu-satunya catatan buruk kinerja kepala sekolah tersebut.

"Saya sudah punya bekal penilaian kinerja kepala sekolah yang bersangkutan. Kejadian ini menambah catatan di penilaian kinerja dia. Terus terang tak hanya masalah ini, banyak persoalan sebelumnya (yang menjadi catatan buruk kinerja Kepala SMAN 1 Gondang)," ungkapnya.

'Raport merah' sang kepala sekolah, kata Mariyono, akan dilaporkan ke Kepala Dinas Pendidikan Jatim Senin (23/7) pekan depan. Laporan itu juga akan menyertakan penjabaran kronologi lumpuhnya Hanum yang dibuat Kepala SMAN 1 Gondang Nurul Wakhidah.

Terkait sanksi yang akan dijatuhkan kepada Nurul Wakhidah, untuk sementara waktu Mariyono memilih merahasiakannya. "Untuk saat ini saya tak bisa menyampaikan, nanti pasti ada kejutan," tegasnya.

Sementara guru Pembina UKKI bakal lolos dari sanksi. Menurut Mariyono, selama ini belum ada aturan terkait hukuman bagi Pembina Ekskul yang terbukti melakukan kelalaian.

"Bentuk sanksi masih kami rumuskan dengan Bidang Pembinaan SMA di Cabang Dinas. Nantinya tidak berlaku surut karena selama ini sanksi kelalaian dalam konteks pembinaan ekskul belum ada," terangnya.

Kepala SMAN 1 Gondang berdalih tak mengetahui insiden yang menimpa Hanum. Saat kegiatan UKKI berlangsung, tak ada satu pun guru yang mendampingi. Menurut dia, para siswa anggota UKKI menggelar kegiatan tanpa izin pembina ekskul, Pembina OSIS maupun Wakasek Kesiswaan.

"Saat kegiatan itu, sekolah masih libur. Sehingga kami semua tak tahu kalau anak-anak membuat kegiatan itu," kilahnya, Kamis (19/7).

Hanum lumpuh setelah dihukum 90 kali squat jump oleh teman-teman dan para seniornya (siswa kelas XII). Hukuman itu akibat korban terlambat datang di acara latihan promosi ektra kurikuler (Ekskul) Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) ke siswa baru di SMAN 1 Gondang pada Jumat (13/7) pagi. Promosi Ekskul itu akan digelar selama masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).

Ironisnya, pihak sekolah berdalih tak mengetahui kegiatan tersebut. Baik Pembina UKKI, Wakasek Kesiswaan maupun Kepala SMAN 1 Gondang dinilai lalai karena tak mengawasi kegiatan anak didiknya di sekolah.

Pada Rabu (18/7), Hanum mengalami kelumpuhan. Kedua kakinya tak bisa digerakkan. Korban tak bisa duduk. Untuk tidur miring saja harus dibantu. Pelajar berhijab ini mengeluh sakit di bagian punggung dan kaki.

Siswi kelas XI IPS 2 SMAN 1 Gondang ini sempat dirawat di pengobatan saraf alternatif Sangkal Putung, Desa Pandanarum, Pacet, Mojokerto. Sejak Jumat (20/7) pagi, Hanum dirujuk ke RSUD Prof Dr Soekandar, Mojosari. Sampai sore ini dia masih menjalani perawatan di rumah sakit pelat merah tersebut.  

Penulis Artikel

sanjaya novarina

sanjaya novarina

pernah sekali ingin memiliki tpi apa daya belum ada jodohnya :) , kalo kehendak tuhan semoga dapat jodoh yg pas di hati
Do you have any presale question to ask?

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been.