Ini yang Saya Lakukan Saat Semua Mantan Telah Menikah dan Hidup Single Tetap Harus Berjalan

Ini yang Saya Lakukan Saat Semua Mantan Telah Menikah dan Hidup Single Tetap Harus Berjalan

Mantan telah menikah

Nggak terasa waktu berjalan begitu cepat. Usia yang bertambah ternyata beriringan dengan kabar para mantan telah menikah. Lucu deh. Ada yang mengundang, ada juga yang nggak. Ah, mau bagaimanapun mereka cuma mantan – orang yang pernah dekat dan datang hanya sementara dalam kehidupan.

Masa lalu memang sudah lewat. Tapi, melekatnya label diri saya sebagai mantan mereka seakan nggak pernah hilang. Ya sudah, toh kisah bersama mereka sudah lama lewat. Para mantan pun telah membuka perjalanan baru dengan pasangannya. Begitupun saya – yang harus lanjutkan hidup dan menikmati setiap detiknya menjadi single dengan lakukan 6 hal berfaedah ini.

1. Saya berucap syukur dalam hati ketika membuka mata di pagi hari. Sebagai wujud terima kasih pada masa lalu dan atas segala hal yang pernah dimiliki

Memulai hari sebagai single di usia matang katanya berat. Ah, kenyataannya sama sekali nggak. Buktinya, saya berhasil melalui hari-hari single dengan penuh syukur. Saya belajar untuk menjalani hidup dengan sebaik-baiknya. Yang saya lakukan sanget simpel – dimulai dari membiasakan diri berucap syukur dalam hati dan melalui ucapan kecil ketika terbangun di pagi hari. Sambil mengulet manja di kasur tersayang dan menghela napas sejenak, tanpa disadari kegiatan sederhana ini berfaedah sekali. Karena hal itu sebagai wujud terima kasih pada masa lalu dan atas segala hal yang saya miliki. Saya pun memulai hari dengan damai sekali.

2. Bermesraan lagi dengan kegiatan yang saya sukai dulu terasa sangat seru. Semisal jalan-jalan sebentar atau jajan camilan favorit, simpel, tapi ngena

Kalau boleh bernostalgia sebentar, sepertinya masa lalu penuh keterbatasan. Ada banyak kegiatan yang saya sukai dulu bentrok dengan omongan pacar. Mau jalan-jalan ke pantai nggak boleh kelamaan. Mau makan ini dan itu di pinggir jalan dilarang. Duh, baru pacaran kok banyak aturan? Nah, inilah saatnya saya bermesraan lagi dengan hal-hal yang digemari sejak dulu. Tanpa ada yang ribet protes panjang lebar, kini saya bisa sesuka hati lakukan apapun yang saya mau. Selama masih dalam tahap wajar dan nggak aneh-aneh, kenapa tidak? Hidup rasanya sia-sia kalau dihabiskan untuk memikirkan omongan orang.

3. Senangnya kalau bisa upgrade diri. Yang tadinya cuma bisa masak telur dadar, sekarang bikin aneka pasta sudah ahli

Punya pasangan itu bikin waktu yang dimiliki untuk me time nggak banyak. Karena waktu untuk bales chat, telponan mumpung masih ada bonus, atau kencan sama pacar cukup habiskan waktu. Saya sadar kalau hidup single punya faedah yang bagus untuk diri sendiri. Semisal yang tadinya cuma bisa masak telur doang, sekarang bikin aneka pasta pun ahli. Saya bebas menentukan kegiatan apa yang saya dapat lakukan untuk upgrade diri. Well, saya sadar kalau hal ini menjadi salah satu alasan kenapa saya masih harus hidup single. Demi mencari kebahagiaan mutlak sebelum punya pasangan di masa depan.

4. Asiknya masih sendiri di usia matang nggak tergantung orang lain. Mau olahraga di mana saja, sendirian pun jadi

Hidup terasa mengesalkan ketika tergantung orang lain. Mau lakukan apapun harus menunggu pacar. Nekat pergi sendiri, ujung-ujungnya diomelin. Mau langsung jalan sendiri, eh nanti ada yang marah. Wah, asik juga ya belum menikah bikin saya lebih mandiri. Saya jadi bisa belajar bertanggungjawab pada diri sendiri. Usia yang semakin matang ini mengajarkan saya untuk nggak asal-asalan berbuat dan bisa menjaga diri. Jika sudah bisa bertanggungjawab pada diri sendiri, rasanya kesiapan saya saat bangun rumah tangga nanti nggak perlu diragukan lagi.

5. Nggak lagi baperan ketika teringat masa lalu. Karena saya tahu bahwa memori yang muncul itu “pengingat” kalau bersama merekalah saya mendapat bekal hidup di kemudian hari

Bohong kalau ada yang bilang masa lalu itu mudah dilupakan. Selama kesehatan fisik dan psikis masih baik-baik saja, teringat masa lalu bukan hal yang mustahil terjadi. Dengan status yang masih melajang, saya telah melalui proses perbaikan hati dari keterpurukan diri. Saya nggak lagi baperan ketika memori bersama mantan kekasih itu muncul lagi. Terlebih, mereka semua telah menikah. Haha, saya cuma bisa tersenyum gemas. Karena saya paham bahwa masa lalu yang muncul itu adalah pengingat kalau bersama merekalah saya belajar banyak untuk bekal hidup di kemudian hari.

6. Saya percaya setiap orang punya versi bahagia. Kalau mereka bahagianya ditambah oleh Tuhan dengan menikah sekarang, lain ceritanya dengan saya

Hidup setiap orang itu berbeda. Begitupun dengan cara mereka memperoleh kebahagiaan absolutnya. Untuk saya, mungkin dengan masih single seperti sekarang adalah cara yang terbaik dalam menyenangkan diri. Bermanja-manja dengan diri sendiri atau lakukan beragam hal bersama orang-orang terdekat adalah momen berharga yang saya dapati saat ini. Ternyata, begitu banyak cara untuk bahagia selama status lajang masih saya belum lepas.

Menjalani hidup setelah para mantan megikat janji secara sakral bersama pasangannya bukan lagi seperti tinggal di neraka. Malahan, saya jadikan sebagai acuan untuk mencapai kebahagiaan yang hq. Kalau saya sudah terapkan sejak lama, lalu kamu mau mulai kapan?

Penulis Artikel

sanjaya novarina

sanjaya novarina

pernah sekali ingin memiliki tpi apa daya belum ada jodohnya :) , kalo kehendak tuhan semoga dapat jodoh yg pas di hati
Do you have any presale question to ask?

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been.