Lawble.com, startup regulatory technology pertama di Indonesia

Lawble.com, startup regulatory technology pertama di Indonesia

**Duniabola99.com – **Perusahaan rintisan (startup) financial technology alias fintech di Indonesia sudah dipahami banyak orang. Tapi kalau startup regulatory technology (regtech), masih awam, karena memang belum ada startup regtech di sini. Meski di Amerika Serikat, Hong Kong, hingga Singapura regtech sangat familiar.

‘Pecah telor’ regtechdi Indonesia dilakukan oleh Lawble.com. Lawble ini dibangun oleh empat founder, yakni Charya Rabindra Lukman, Terrence Teong Chee Hoi, Eric Wishnu Saputra, dan Muhammad Arif Wicaksono. Perusahaan rintisan regtech ini menawarkan produk dan layanan berupa pusat data peraturan hukum atau produk hukum di Indonesia. Kemudian menyajikannya berupa kompilasi produk hukum tersebut. Di masa mendatang, Lawble menargetkan lebih dari 50 ribu peraturan yang bisa diakses via web oleh praktisi hukum dan masyarakat di Tanah Air.

Charya Rabindra Lukman, Founder dan CEO Lawble, menjelaskan memanfaatkan teknologi, kami menyediakan akses pengetahuan ke produk hukum yang mudah dan menyeluruh bagi masyarakat Indonesia. Visi jangka panjangnya, masyarakat Indonesia paham mengenai setiap produk hukum yang berlaku.

Sebab dengan akses hukum yang andal, kami yakini hukum tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang rumit, taoi menjadi mitra dalam aktivitas sehari-hari.

“Kami berharap Lawble dapat berdampak positif kepada masyarakat luas, terutama dalam mewujudkan regulatory inclusion di Indonesia,” kata Charya, saat meluncurkan Lawble.com di Jakarta, Kamis malam (28/9).

Secara nyata, lanjut dia, Lawble dapat meningkatkan efektivtas kerja para mitra hukum, seperti firma hukum dan praktisi hukum. Dia mencontohkan, ketika meneliti satu kasus, biasanya memakan waktu lebih dari 6 jam untuk mengompilasi dan kolaborasi data regulasi.

“Namun, dengan Lawble yang memiliki sistem bookmark dan kolaborasi, maka para praktisi hukum dapat menghemat waktu sekitar 70 persen dari biasanya,” tambah Eric Wishnu, Chief Technology Officer Lawble.

Bagaimana monetisasi dari layanan regtech ini?

Lawble menyasar pelanggan berbayar dari firma hukum dan perguruan tinggi. Dari lebih dari 700 firma hukum yang tercatat, Lawble menargetkan separuhnya atau 350 firma menjadi pelanggannya di tahun pertamanya. Dengan 10 pengguna dari satu firma hukum, maka Lawble akan memiliki sekitar 3.500 pelanggan.

Target berikutnya, 20 perguruan tinggi dengan sasaran minimal 100 pelanggan sehingga diperkirakan ada 2.000 pelanggan di sini.

Saat ini Lawble memiliki dua bagian layanan, yakni untuk praktisi hukum dan masyarakat umum. Untuk praktisi, dapat mengakses berbagai fitur kolaborasi berbayar lewat www.lawble.com. Sedangkan untuk masyarakat, dapat mengakses produk hukum yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari lewat journal.lawble.com.

Kunjungi Juga Berita Menarik Lainnya :

Do you have any presale question to ask?

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been.