Lulung Dipecat, Ini Ucapannya dari soal Ahok hingga Jokowi

Lulung Dipecat, Ini Ucapannya dari soal Ahok hingga Jokowi

Solaire99 –  Sampai hari ini, Selasa, 1 Maret 2017, Abraham Lunggana alias , belum memotong telinga dan hidungnya. Dua organ tubuh itu masih utuh dan mudah-mudahan tidak benar-benar dipotong.

Soal telinga dan hidung politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini bermula dari ucapannya sendiri. pernah mengatakan apabila Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menang dalam Pilkada DKI, ia berani mengebiri kuping dan hidungnya.

Ucapan itu pun tersiar luas di media sosial yang direkam dalam video amatir. Kata-kata kurang lebih begini: “Saya katakan, Ahok pasti kalah. Kalau Ahok menang, saya berani potong kuping dua-duanya dan hidung saya.”

Kontroversial Lulung tak hanya itu saja. Wakil Ketua DPRD DKI ini mengklaim menjadi “musuh utama” Ahok terkait dengan kebijakan pemerintah DKI. Buntutnya, seolah semua keputusan Ahok sebagai Gubernur, tak ada yang cocok di benak

Sesama politikus PPP, Lulung juga kerap tak sepaham. “Aku mau seperti aku sendiri,” ucapnya. Bahkan, Presiden Joko Widodo pun dikomentari ketika menanggapi demosntrasi.

Berikut ini berbagai pernyataan Lulung, yang terhitung mulai Senin, 13 Maret 2017 posisinya sebagai Wakil Ketua DPRD DKI dan Ketua PPP DKI dicopot oleh Ketua Umum PPP versi Djan Faridz.

Klaim Musuh Ahok
7 Oktober 2016

* “Sebagai warga negara Indonesia saya mempunyai hak politik yang berbeda dengan keputusan partai, sampai hari ini saya masih konsisten sebagai lambang perlawanan terhadap Ahok.”*

Lulung menegaskan menolak mendukung pasangan Ahok-Djarot seperti keputusan Ketua Umum PPP versi Djan Faridz. Ia mengklaim sebagai “musuh utama” Ahok.

Diancam Dipecat PPP
11 Oktober 2016

“PKB saudara kita, Demokrat saudara kita, Gerindra saudara kita, PAN saudara kita, dia welcome kalau saya diberikan sanksi (dipecat dari PPP). Aku mau seperti aku sendiri.”

Lulung menanggapi ancaman akan dipecat bila menolak kebijakan Ketua PPP versi Djan Faridz maupun ajakan Ketua PPP versi  Romahurmuziy.

Anak Tentara Anak  Betawi
“Saya diundang Mpok Sylvi. Karena Mpok Sylvi orang Betawi. Saya anak tentara kan, jelas kan? Saya anak tentara dan saya anak Betawi,”

Lulung mengatakan itu saat menghadiri undangan ulang tahun Syilviana Murni  di Gelanggang Remaja Jakarta Utara.

Bukan Mata-mata Djan Faridz30 Oktober 2016

“Saya punya cara sendiri memenangkan Agus-Sylvi. Punya benang merah jelas, hubungan yang jelas. Tidak ada masalah dengan partai. Saya tidak ikut Romi (Ketua Umum PPP versi Romahurmuziy). Saya punya gerbang Monas. Saya bukan mata-mata Djan Faridz,”

Lulung menanggapi ucapan Ketua Umum PPP versi Djan Faridz yang menyebut Lulung menjadi mata-mata untuk pasangan Agus-Sylvi.

**Sebut Jokowi Panik
**7 November 2016

“Mana mungkin ditunggangi, yang hadir adalah umat Islam seluruh Indonesia. Sepertinya Presiden Jokowi panik dan mencoba mengalihkan isu seolah-olah aksi ini ditunggangi oleh tokoh politik.”

Lulung menanggapi ucapan Presiden Jokowi soal demo 4 November 2016 bahwa aksi long march ke gedung DPR Senayan ada aktor politiknya.

**Meramal Ahok Kalah
**15 November 2016
“Video yang itu benar. Kamu lihat perkembengan video itu, selama ini terbukti kalau ramalan saya benar. Saya semakin menyakini kalau Ahok bakalan kalah. Namanya saja Basuki Tjahja Purnama, Ahok Kalah Putaran Pertama.”

Lulung, saat diwawancara Tempo di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa, 15 November 2016.

**Dukung Anies-Sandi
**12 Maret 2017

“Jadi, nanti kami punya program safari Anies Sandi. Saya bilang hasil 17 persen (pemilih pasangan Agus-Sylvi yang kalah pada putaran pertama) adalah pemilih fanatik. Saya yakin (pendukung Agus-Sylvi) tidak akan bergeser ke mana-mana.”

Lulung menegaskan itu di kantor PPP Jakarta bahwa sikapnya tidak mendukung pasangan Ahok-Djarot dalam Pilkada DKI putaran 2. Ini bertolak belakang dengan keputusan partainya pimpinan Djan Faridz, PPP mendukung Ahok-Djarot.Sudah Lama Minta Dipecat
13 Maret 2017
“Saya sudah lama minta dipecat. Saya juga sudah lama dipecat oleh Romi (Ketum PPP versi Romahurmuziy), sudah lama minta dipecat sama Djan Faridz. Seperti  wartawan ketahui, saya tidak bisa mengikuti keputusan partai.”

Lulung menanggapi keputusan Ketua Umum PPP versi Djan Faridz yang memecatnya dari Ketua PPP DKI dan sebagai Wakil Ketua DPRD DKI.

Do you have any presale question to ask?

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been.