Neville: Liverpool Tim Terlemah, Tapi…

Neville: Liverpool Tim Terlemah, Tapi…

Markasjudi Mantan pemain Manchester United, Gary Neville, menyebut jika Liverpool sebagai tim paling lemah di antara penghuni enam besar lainnya akan tetapi punya peluang besar untuk finish di posisi empat teratas. Konsistensi The Reds yang masih belum terbentuk sempurna dianggap Neville sebagai penyebabnya dan Jurgen Klopp punya tugas untuk itu.

Liverpool hampir kembali terpeleset di Premier League pekan lalu saat menjamu tim promosi Burnley di Anfield Stadium. Kecolongan gol di menit ketujuh hampir saja mengubur asa The Kop untuk terus bersaing di papan atas jika saja tidak melakukan comeback.

Ashley Barnes membuat The Clarets unggul lebih dahulu dalam tujuh menit saja sekaligus menghancurkan kutukan yang terpatri sejak 1975 jika Anfield membuat Burnley mandul. Beruntung The Reds bisa menyamakan kedudukan lewat Georginio Wijnaldum dan mengunci tiga poin lewat lesakan Emre Can.

Neville yang merasa jika Liverpool bukanlah kandidat yang kuat yakin dengan peluang si Merseyside Merah untuk finish di zona Liga Champions pada akhir musim, akan tetapi ketatnya kompetisi bisa merubah situasi kapan saja.

“Mereka bisa jadi adalah yang paling lemah diantara tim-tim besar lainnya namun Liverpool punya laju yang oke dimana itu sebuah keuntungan. Ke depannya liga masih sangat padat dan kedaan bisa berubah hanya dalam hitungan minggu,” papar Neville yang kini menjadi pundit untuk Sky Sports.

Kapten sekaligus bek kanan legendaris The Red Devils itu juga mengatakan jika Philipe Coutinho cs terlalu sering terpeleset melawan tim kecil. Tidak adanya strategi cadangan dari Klopp juga dianggap akan menghambat langkah Liverpool menuju target.

Aku tidak yakin apakah ini masalah psikologis atau bukan namun ini terjadi berulangkali musim ini. Ini jelas ada masalah dalam hal taktikal dan gaya Liverpool bermain,” tambah Neville.

“Kita sudah melihat performa bagus mereka melawan tim besar yang bermain terbuka, akan tetapi jika bertemu dengan kesebelasan yang lebih banyak menunggu mereka tampak bingung dan kehabisan rencana,”

“Liverpool tidak punya skema cadangan untuk mengatur laga dengan cara lain. Mereka jelas punya peluang finish di empat besar, namun skema yang kadang terlalu sering dipakai ini akan jadi masalah.” tutup anggota Class of ’92 United ini kemudian.

Do you have any presale question to ask?

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been.