SEKILAS BERITA

Peminat Kereta Bandara Rendah, Menhub Pertimbangkan Penambahan Jadwal

Kereta Bandara Soekarno-Hatta hingga saat ini masih memiliki tingkat okupansi penumpang rendah, atau dengan kata lain sepi. Kementerian Perhubungan pun mengaku sedang mempertimbangkan solusi untuk masalah tersebut.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, masalah okupansi yang rendah itu terjadi antara lain disebabkan headway atau interval keberangkatan yang masih terlalu jauh dan soal waktu tempuh.

“Kereta Bandara yang di Jakarta (okupansi) belum maksimal karena dua hal, waktu tempuhnya masih 55 menit dan headway masih ada satu jam serta setengah jam,” ujarnya saat ditemui usai Peletakan Batu Pertama di Terminal Penumpang Anak Air, Padang, Sumatera Barat, Sabtu (10/2/2018).

Budi Karya menjelaskan, saat ini yang sedang dipertimbangkan sebagai solusi adalah bagaimana mempercepat waktu tempuh Kereta

Selain itu, hal lain yang sedang ditimbang adalah mengenai cara memperpendek headway perjalanan Kereta Bandara. Dengan kata lain, jumlah keberangkatan akan menjadi lebih banyak dari yang ada saat ini.

“Dalam waktu dekat ini kami akan lakukan sesuatu, (waktu tempuh) jadi 38 menit dan headway lebih pendek. Jadi orang terlambat tidak menunggu lama,” ujarnya.

Okupansi Kereta Bandara Soekarno-Hatta dinilai masih rendah, yaitu di angka 30 persen. Dengan kata lain, setiap hari kereta tersebut hanya mengangkut sekitar 1.600 hingga 2.500 orang penumpang.

Selain itu, kereta Bandara Soekarno-Hatta juga belum beroperasi optimal. Hanya tiga stasiun saja yang sudah terbuka untuk penumpang, yakni Stasiun Sudirman Baru (BNI City), Stasiun Batu Ceper serta Stasiun Bandara.