Pernah Gangguan Ritme Jantung, Vidi Aldiano Jadi Melek Olahraga

Pernah Gangguan Ritme Jantung, Vidi Aldiano Jadi Melek Olahraga

**Duniabola99.com–**Seorang public figure memang selalu dituntut untuk terlihat bugar dan menarik. Vidi Aldiano salah satunya, namun rupanya di balik itu ia menyimpan riwayat kesehatan yang tidak baik.

Pelantun lagu Status Palsu ini mengaku bahwa sejak kecil ia sering sakit, bahkan sakit yang aneh aneh. Ditemui oleh ***Duniabola99***pada acara D’Hot Music di Kuningan City, Jakarta Selatan, Jum’at (9/3/2018), ia mengungkapkan cerita di balik tampilannya yang selalu bugar.

“Karena dulu nggak pernah olahraga sekali sejak kecil,” katanya. “Sampe kuliah tuh juga bukan yang aktif gitu lho anaknya.”

Ia sempat beberapa kali mengidap penyakit tipes (typhoid), karena pola hidup yang tidak sehat. Karena stres pekerjaan, pola makan tidak teratur, dan kurangnya olahraga.

Diakui juga oleh Vidi, ia sempat terdiagnosis aritmia, yaitu penyakit gangguan ritme jantung. Ditambah lagi, ia pernah mengalami kegemukan setelah menjalani studi pasca sarjana di Inggris.

“Satu tahun setengah di Inggris pulang pulang gue naik 7 kilogram. Di sana gue masak berlebihan, bawa indomie banyak. Kacau bikin melar,” lanjutnya.

“Nah dari situ gue ngerasa harus benerin hidup gue. Maksudnya mulai sadar akan makanan sehat dan melek olahraga juga,” katanya.

Akhirnya, sekitar lima tahun yang lalu, Vidi memutuskan untuk mengganti pola hidupnya menjadi lebih sehat. Iapun mencoba berbagai macam diet, mulai dari diet mengurangi karbo sampai diet keto.

Vidi mulai merasakan hasilnya, ia sudah jarang sakit-sakitan dan juga berat badannya turun. Setahun terakhir, ia makin intens melakukan olahraga kalistenik setelah dikontrak salah satu brand sportswear di Indonesia.

“Gue beruntung banget dikontrak sama mereka karena biasanya gue cuma dikontrak untuk lifestylenya sama mereka,” lanjut Vidi. “Tahun ini tuh gue dikontraknya tuh masuk ke sportsnya juga gitu, lho.”

Baginya, kontrak olahraga ini merupakan ‘a very good pressure’ karena membuatnya semakin rajin olahraga. Bahkan personal trainer-nya yang juga seorang ahli gizi membantunya untuk melakukan diet calorie counting.

“Jadi tiap hari gue dibatesin makannya berapa. Maksimal 7.200 kalori sehari,” imbuhnya.

Diet calorie counting ini menjadi tantangan tersendiri baginya, karena ia harus mulai terbiasa menghitung berapa kalori tiap makanan yang akan ia makan dalam satu porsi.

Vidi ingin lebih mendalami olahraga kalistenik ini karena ia menyadari ada beberapa gerakan yang tidak mampu ia lakukan. Ia mengaku badannya kaku.

“Jadi tahun ini goalsnya lebih enakan nggak kaku lagi. Ada bagusnya performance gue jadi lebih luwes, kalau lengan jadi berotot itu secara nggak langsung ya,” jelas Vidi.

“Lumayan banget jadi ada gitu-gituannya (lengan berotot), dulu mah nggak ada,” tambahnya.

Do you have any presale question to ask?

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been.