KESEHATAN

Waspada Metanol, Perenggut Nyawa dalam Miras Oplosan

Duniabola99 – Metanol dalam miras oplosan, beberapa waktu lalu telah merenggut nyawa sejumlah warga di Provinsi Jawa Barat. Kasus ini baru saja terjadi di Kecamatan Cicalengka, Kota Bandung, Pelabuhan Ratu, dan sekitarnya.

Teddy Hidayat, psikiater dari Universitas Padjadjaran Bandung, menduga bahwa miras oplosan di Cicalengka mengandung alkohol jenis metanol. Menurutnya, metanol inilah yang menyebabkan kerusakan fungsi saraf apabila dikonsumsi dan masuk ke dalam tubuh manusia.

“Nah, yang kemarin dicampur itu dengan segala macam dan mungkin menggunakan alkohol yang murah,  jadi memunculkan metanol. Apabila metanol dikonsumsi dan masuk ke dalam tubuh, maka dapat menimbulkan keracunan,”  dilansir dari Duniabola99.com.

Kasus ini belakangan turut terjadi di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sama dengan Provinsi  Jawa Barat, diketahui miras oplosan yang tersebar di sana mengandung metanol dan sejumlah zat lain, seperti kafein, yang kombinasinya punya efek mengerikan bagi tubuh.

“Hasil autopsi dan para ahli menyebutkan ada senyawa yang dihasilkan dari miras oplosan, yaitu metanol, etanol, dan kafein,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Indra Jafar di Mapolres Jakarta Selatan, belum lama ini.

Keberadaan metanol sendiri amat membahayakan bagi tubuh. Selain pada dasarnya alkohol sendiri memberikan dampak buruk buat kesehatan, jika diminum terlalu banyak, tambahan kandungan metanol justru dapat memperparah semuanya. Belajar dari kasus di atas, untuk berjaga-jaga, Anda perlu mengenali zat mematikan metanol.

Apa itu metanol?

Turut dikenal sebagai sebagai metil alkohol, wood alcohol atau spiritus, metanol adalah senyawa kimia berbentuk cairan yang ringan, mudah menguap, tidak berwarna, mudah terbakar, dan beracun, dengan bau yang khas (berbau lebih ringan daripada etanol).

Berdasarkan fungsinya, metanol sendiri digunakan sebagai bahan pendingin anti beku, pelarut, bahan bakar, dan sebagai bahan adiktif di industri.

Metanol digunakan secara terbatas dalam mesin pembakaran karena tidak mudah terbakar seperti bensin. Selain itu, metanol juga dipakai untuk campuran utama bahan bakar kendaraan tertentu.

Karena sifatnya yang beracun, metanol sering digunakan sebagai bahan aditif bagi pembuatan alkohol untuk penggunaan industri. Penambahan metanol disebut memberikan keuntungan bagi para peracik miras oplosan, karena menghindarkan pajak industri yang dikenakan ketika memakai etanol. Padahal, biasanya etanol menjadi bahan utama untuk minuman keras.

Saat Anda keracunan metanol

Berdasarkan penjelasan dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, kandungan metanol dalam miras oplosan bisa sangat tinggi, bahkan ada yang mencapai lebih dari 50 persen. Efek metanol jauh lebih berbahaya daripada etanol. Mereka yang keracunan metanol akan melalui empat fase toksik sebagai berikut:

– Fase pertama: terjadi penekanan sistem saraf pusat yang timbul dalam waktu 30 menit sampai 2 jam pertama. Gejala yang muncul adalah peningkatan kerja jantung, mual, muntah, vertigo, rasa kantuk, gastritis, diare, dan sakit punggung.

– Fase kedua: fase laten mengikuti depresi sistem saraf pusat.

– Fase ketiga: terjadi asidosis metabolik berat.

– Fase keempat: toksisitas pada mata, diikuti dengan kebutaan, kejang, gagal ginjal akut disertai mioglobulinuria (terdeteksinya protein serat otot atau mioglobin dalam urine), hematuria (darah di dalam urine), koma, dan bisa berujung pada kematian.

Kesimpulannya, metanol bukanlah merupakan jenis alkohol untuk dikonsumsi. Zat ini seharusnya digunakan untuk bahan bakar ataupun pelarut bahan bangunan seperti cat, cairan pembersih, dan lain-lain. Meminum sebanyak 10 ml metanol saja sudah bisa menyebabkan kerusakan saraf mata. Bayangkan jika metanol dikonsumsi dalam dosis tinggi.

Metanol menjadi dalang di balik kasus kematian yang disebabkan oleh keracunan miras oplosan. Kenali bahaya dari zat ini dan jangan sampai Anda menjadi korban yang selanjutnya!